Friday, November 11, 2011

Bangkai


JAM dinding di ruangan ini menunjuk pukul tujuh tepat. Belum satu orang pun terlihat. Aku berangkat terlalu pagi dari rumah. Selepas subuh, aku sudah berdiri di halte bus terdekat. Aku tidak ingin terlambat di hari pertamaku. Padahal jarak rumahku dan kantor sebenarnya tak terlalu jauh. Tapi ini kota besar, dan ini hari Senin. Apa pun bisa terjadi di hari Senin. Tapi, aneh juga bila di kantor besar ini, belum satu pegawai pun hadir. 

Thursday, July 7, 2011

Datuk Rajo Malano



SALIM baru saja turun dari bendi ketika Upik adiknya bergegas menuruni tangga batu rumah gadang dan bersorak-sorak kegirangan. Gadis itu berlari-lari kecil melintasi halaman sehingga jilbab putihnya bergoyang-goyang. Bibir Salim menyungging senyum. Upik sudah 18 tahun, tapi perangainya tak berubah juga. Masih juga seperti anak-anak.

Paderi



MATAHARI tepat di ubun-ubun ketika pedati beratap daun rumbia itu berhenti di bawah sebuah pohon beringin besar yang tumbuh tak jauh dari jalan. Suara ganto yang sepanjang perjalanan jadi musik pengusir sepi ikut pula berhenti. Sutan Pandeka, lelaki pemilik gerobak kayu itu melompat turun sambil melihat posisi matahari. Sudah masuk zuhur, pikirnya. Setelah membelitkan kain sarung di pinggang, ia memeriksa keadaan kerbaunya yang sejak dari Bukit Ngalau mulai banyak perangai.

Wednesday, July 6, 2011

Seperti Purnama


(Majalah Ishlah No. 77/IV/1997)


“Jadi, mungkin nanti malam Mas pulang agak telat.”

Imron memasang helm dan menatap Ines.

“Lembur lagi?” tanya Ines cemberut. Wanita itu memberikan rantang bekal makan siang pada suaminya.

“Iya, sekarang sedang banyak kerjaan. Sementara montir yang ada tidak seberapa.”

“Kenapa Pak A Seng itu nggak nambah karyawan saja, Mas?”

Saturday, June 18, 2011

Peacemaker F-3000

Washington DC, 20 April 2008

“…Pesawat tempur ini dirancang oleh empat belas orang pakar dari seluruh dunia dengan investasi US$ 1 Milyar. Dimisikan untuk perdamaian terutama membantu Dewan Keamanan PBB dalam menjalankan sangsi-sangsinya terhadap negara-negara pembangkang. Anda semua akan tercengang kalau saya beritahu bahwa benda ini punya bobot hanya 2,8 ton, jauh lebih ringan dari F-117 Nighthawk Stealth. Dari segi bentuk keduanya tidak jauh berbeda.

Tuesday, June 14, 2011

Joni Tak Pulang

Mayat itu masih baru. Tampak putih di antara apungan sampah yang hitam dan kotor. Teronggok secara mencolok di kali tepat di bawah jembatan kecil di pinggir perkampungan yang sepi.

Saat itu Minggu pagi, pukul enam lewat sedikit. Jalanan belum begitu ramai. Seorang tukang ojek baru saja menyandarkan motor bebeknya di ujung jembatan ketika mendadak ia melihat sosok putih terapung itu. Merasa curiga, ia menuruni tepian kali yang rendah dan mendekati sosok mencurigakan itu. Setelah yakin itu memang mayat manusia, tukang ojek itu naik ke jalan raya dan mulai berteriak.

Sunday, June 12, 2011

Lift

Harry memulai hari Senin itu dengan perasaan kesal. Bujangan 30 tahun itu sengaja bangun subuh-subuh agar tidak terlambat sampai di tempat kerjanya yang baru. Sebulan yang lalu ia di-PHK dengan alasan efisiensi dari sebuah perusahaan auto-finance dengan pesangon yang lumayan.

Ia dibangunkan oleh alarm telepon genggamnya pada pukul 4 pagi, dan bergegas menyiapkan diri. Harry tidak ingin hari pertamanya di perusahaan penjual perangkat lunak MetroData berantakan. Setelah minum segelas susu dan sepotong roti bakar yang ia buat sendiri, Harry keluar dari flatnya.

Wednesday, June 8, 2011

Tanah Mati

Secara mendadak, Amak memintaku pulang. Hari itu juga. Secepatnya.

“Pulanglah,” pinta Amak kedua kalinya di telepon. Kali ini penuh tekanan.

“Ada apa, Mak?” tanyaku gusar. Adakah ini tentang Abak? Apakah Abak akhirnya pergi meninggalkan kami setelah sakit bertahun-tahun?


“Bukan tentang Abak,” sahut Amak seolah bisa menangkap isi kepalaku. “Ini tentang tanah di kampung kita.”

“Kenapa dengan tanah di kampung kita?”

“Mereka telah mati.”

Saturday, June 4, 2011

Rumah Pohon

WAKTU aku kecil, aku punya sebuah rumah pohon, yang sudah kumiliki sejak aku berumur delapan tahun. Di belakang rumah kami, beberapa meter sebelum hutan, tumbuh sebuah pohon beringin besar yang kata ayahku sudah ada sejak kakekku masih kecil. Pohon itu sungguh besar. Aku dan Hanif, salah seorang sahabatku, pernah mencoba melingkarkan tangan kami berdua memeluk pohon itu. Dan, kami tidak bisa saling menyentuhkan tangan kami. Bayangkan saja betapa besarnya pohon itu. Tingginya aku tidak tahu pasti. Tapi menurutku, hampir sepuluh meter. Mungkin puncaknya mencapai awan-awan.

Wednesday, February 23, 2011

Sebuah Malam Tanpa Hujan

Tetesan air hujan seperti panah-panah bening kecil yang lebur saat menimpa aspal di ruas Jalan Sudirman. Langit kelam karena awan-awan kelabu menutupi langit. Hanya tersisa sedikit celah untuk diterobos cahaya matahari. Hawa dingin berbaur dengan angin, memaksa orang-orang merapatkan jaket dan pakaian hangat ke badan mereka. Payung-payung dikembangkan. Para pria melindungi kepala dengan map atau tas kantor, sembari berlari-lari kecil mencapai halte bus. Saat itu jam pulang kerja, sudah lewat pukul tujuh belas, di minggu pertama di bulan Januari.

Friday, December 10, 2010

EO 13221*

Washington D.C.
Seandainya bisa, ia akan memilih gantung diri daripada menghadapi situasi seperti yang dihadapinya sekarang ini. Ratusan ribu pengunjuk rasa yang dulu mendukung penuh dirinya berteriak-teriak mulai dari Lafayette Park, menjalar di sepanjang jalur satu arah Jackson Place dan membengkak di depan halaman rumahnya yang berseberangan dengan Gedung Putih. Mereka benar-benar tidak menyisakan sedikitpun tempat kosong antara White House dan kediamannya. Mereka mengacung-acungkan poster dan spanduk berisi kecaman keras. Mereka menuntut dirinya diadili atas pembunuhan keji yang dilakukannya sendiri atas Jessica Turner, wanita setengah baya yang hampir tiga puluh tahun menjadi pelayan di Gedung Putih.

AL*

Di kampung saya ada sebuah surau. Surau Taslim namanya. Surau ini tak jauh dari rumah, sekira 50 meter saja. Kalau orang azan atau mengaji, suaranya terdengar keras dari rumah. Musala Taslim sudah seperti rumah kedua bagi saya. Saya—boleh saya sebut—sebagai generasi-generasi penghabisan yang masih melestarikan budaya Minangkabau di mana anak lelaki yang sudah akil balig lebih sering berada di surau ketimbang di rumah. Kadang-kadang, pulang ke rumah hanya untuk makan dan berganti pakaian saya. Namun begitu, saya katakan, saya lebih banyak tidur di surau bukan karena ingin mengikuti adat istiadat itu, tapi memang saya saja yang suka menghabiskan waktu di sana.

Thursday, December 9, 2010

Benny Arnas dan Ceruk-Lekuk Lubuk Linggau dalam Kisah*

1
Lubuk Linggau, daerah kelahiran Benny Arnas, punya kenangan tersendiri di benak saya. Di masa Pak Harto masih berkuasa, Lubuk Linggau adalah daerah yang suka atau tidak-suka dicap sebagai daerah rawan oleh sebagian kami—orang Sumatera Barat—para penumpang bus yang ingin menuju Jakarta. Masih bisa saya ingat, sekitar tahun 1998, bus Gumarang Jaya (berangkat dari Bukittinggi menuju Jakarta) dilempari batu oleh sekelompok pemuda yang mengendarai kijang pick-up, di salah satu kelokan di Lubuk Linggau. Horor yang diakibatkan oleh peristiwa itu masih saja membuat saya bergidik sampai sekarang bila melintasi daerah itu, meskipun sekarang sudah jarang terdengar ada kendaraan yang dilempari batu.

Sunday, April 25, 2010

Tobat

Republika
25 April 2010

TEMBAKAN itu datang dari berbagai arah. Dada dan kepalanya pecah. Rusuk dan kedua kakinya rengkah. Ketika malaikat maut menghampirinya, ia melihat lambaian tangan putrinya yang terukir senyum di bibirnya.
Lelaki itu rubuh dengan puluhan peluru bersarang di tubuhnya.

Sunday, January 31, 2010

Samudera Pasai: Cinta dan Pengkhianatan

Penulis: Putra Gara
Editor: Melvi Yendra
Penerbit: Hikmah Publishing House, 2010

Sunday, January 17, 2010

Doa-Doa Mustajabah

Judul: Doa-Doa Mustajabah
Penulis: Abu Qalbina
Editor: Melvi Yendra
Penerbit: Grasindo (Kompas Gramedia Group), 2009

Doa adalah pilar ibadah. Setiap gerak dari seorang muslim pada hakikatnya adalah doa. Buku yang sederhana ini akan memberikan manfaat yang sangat besar karena mengetengahkan doa-doa yang praktis, lengkap, dan mudah digunakan bagi segala usia. Doa-doa yang terdapat dalam buku ini bisa langsung digunakan untuk membentuk kepribadian muslim.

Di saat kita berdoa akan merasakan ketenangan batin. Sebab itu, hidup ini akan terasa indah dan nikmat jika dijalani dengan doa. Buku ini adalah salah satu jalan kenikmatan batin itu...[]

Perdamaian Ala JK, Poso Tenang, Ambon Damai

Judul: Perdamaian Ala JK, Poso Tenang, Ambon Damai
Pengarang: Hamid Awaludin
Editor: Melvi Yendra
Penerbit: Grasindo (Kompas Gramedia Group), 2009

Pernah ada masa, di Poso dan Ambon,hidup anak-anak manusia amat ditentukan oleh kekerasan. Pada saat itu, ketakutan untuk mati tak pernah lagi terdengar sebab hidup dan mati hanya diantarai oleh sehelai rambut. Suatu ketika poso dan ambon menjadi palangan kekerasan yang membuat nyawa manusia seolah tak berharga.

Syukurlah, bara dendam itu berhasil dikesampingkan. Masa lalu yang penuh murka dan amuk, coba disisihkan lewat sebuah jalan tengah yang damai : duduk berdialog, mencoba menyambung titik taut masa silam, sebelum perang yang penuh keteduhan dan kebahagiaan.

Saturday, January 16, 2010

Masjid Agung Demak

Penulis: Agus Maryanto, Zaimul Azzah
Editor: Melvi Yendra

Pernakah kamu menjelajah masjjid-masjid bersejarah yang ada di Indonesia? Kamu pasti akan terkagum-kagum melihatnya seperti Oas. Bukan hanya dari bangunannya, tetapi juga sejarah dan peristiwa-peristiwa penting berkaitan dengan masjid tersebut.Ayo, kita ikuti penjelajahan Oas. Pastinya kamu akan dapat merasakan jejak kebesaran agama Islam di Indonesia![]

Masjid Menara Kudus


Penulis: Agus Maryanto, Zaimul Azzah
Editor: Melvi Yendra

Pernakah kamu menjelajah masjjid-masjid bersejarah yang ada di Indonesia? Kamu pasti akan terkagum-kagum melihatnya seperti Oas. Bukan hanya dari bangunannya, tetapi juga sejarah dan peristiwa-peristiwa penting berkaitan dengan masjid tersebut.Ayo, kita ikuti penjelajahan Oas. Pastinya kamu akan dapat merasakan jejak kebesaran agama Islam di Indonesia![]

Mom's Power


Penulis: Citra Avianto
Editor: Melvi Yendra
Penerbit: Grasindo (Kompas Gramedia Group), 2009

Citra Avianto adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang menetap di Bandung. Dia telah mencoba berbagai macam pekerjaan, seperti menjadi sales person toko komputer, penjual asuransi, penjual jasa salon keliling, sampai penjual sepatu. Tapi, akhirnya dia menemukan usaha yang mengantarkannya pada puncak kesuksesan.

Buku ini bercerita tentang perjuangan keras seorang perempuan dalam mengejar impiannya. Penulis ingin berbagi rahasia dan prinsip pada semua perempuan yang saat ini juga sedang mengejar mimpi.[]

Indonesia Economic Outlook 2010


Penulis: Tim Penulis Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Editor: Melvi Yendra
Penerbit: Grasindo (Kompas Gramedia Group), 2010

Seorang pilot yang akan menerbangkan pesawat berpenumpang ratusan awak, tidak akan serta-merta mengambil jalur penerbangan dengan kondisi cuaca yang tidak diketahui sebelumnya. Demikian pula halnya dengan para pelaku ekonomi yang notabene adalah perusahaan manufaktur, jasa, perbankan, dan juga pemerintahan, perlu mengetahui kondisi perekonomian di akhir tahun berjalan untuk mempersiapkan strategi, kebijakan, atau keputusan usaha dan bisnisnya di Indonesia dalam mengawali kondisi makroekonomi tahun mendatang.

Para peneliti yang bernaung di beberapa lembaga Fakultas Ekonomi UI, seperti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM), Lembaga Demografi (LD), dan Pusat Data Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) berusaha menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan sebuah buku bertajuk Indonesia Economic Outlook 2010.